Selama tiga dekade terakhir Rammstein berdiri sebagai salah satu anomali paling menarik dalam sejarah rock modern. Mereka sering disandingkan dengan gelombang industrial seperti Nine Inch Nails atau Ministry, tetapi perbandingan itu sebenarnya hanya menyentuh permukaan sonik. Jika Trent Reznor membangun dunia industrial sebagai lanskap psikologis yang rapuh dan introspektif, maka Rammstein justru bergerak ke arah sebaliknya: Mereka membangun monumen. Lahir dari dunia pasca Perang Dingin dan runtuhnya Tembok Berlin, mereka bukan hanya membawa suara, tetapi memori historis yang membeku seperti dinding beton. Musik mereka terasa seperti arsitektur brutalis yang keras, fungsional dan tidak peduli apakah ia disukai atau tidak. Dalam hal ini, Rammstein lebih dekat ke estetika negara daripada sekadar band rock. Akar mereka berada di skena bawah tanah Jerman Timur yang membuat pendekatan artistiknya berbeda secara fundamental dengan band sejenis. Jika Depeche Mode menggunakan instrumen elektro...
"Tidakkah yang paling berat itu adalah ini: merendahkan diri untuk membunuh keangkuhan? Mempertontonkan ketololan untuk mencemooh kebijaksanaan kita sendiri?" - Nietzsche