Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Slow Hands Untuk Kita Yang Mengamati, Untuk Kita Yang Terasing

Kredit ilustrasi: dread.jpg  Saya selalu curiga terhadap lagu-lagu yang terdengar romantis tetapi menyisakan rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan. Slow Hands milik Interpol adalah salah satunya. Di permukaan, ia tampak seperti lagu tentang hasrat, kehilangan dan hubungan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun setiap kali mendengarkannya, saya justru merasa sedang mendengar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kisah dua orang yang gagal mempertahankan cinta. Lagu ini terdengar seperti elegi bagi manusia modern yang perlahan kehilangan kemampuannya untuk hadir dalam dunia yang ia bangun sendiri. Kita hidup dalam masyarakat yang terus berbicara tentang kebebasan individu, pilihan personal dan pencapaian diri. Tetapi semakin lama saya hidup, semakin terasa bahwa sebagian besar pilihan yang kita anggap personal sebenarnya telah ditentukan jauh sebelumnya oleh struktur yang tidak kita pilih. Kita memilih pekerjaan karena harus membayar tagihan. Kita memilih tempat tingg...