Ada sesuatu yang selalu terasa sedikit mengganggu ketika mendengarkan musik Koil. Bukan sekadar karena gitar mereka berat atau karena ritme elektroniknya bergerak seperti mesin yang tidak pernah lelah, tetapi karena ada sensasi aneh yang sulit dijelaskan dengan bahasa biasa. Seperti berdiri terlalu lama di satu tempat dan tiba-tiba menyadari bahwa lantai di bawah kaki sebenarnya perlahan bergerak. Ketidaknyamanan itu bukan datang dari suara, melainkan dari sesuatu yang akrab. Musik Koil tidak asing. Ia terlalu dekat. Terlalu mirip dengan sesuatu yang kita jalani setiap hari tapi jarang kita beri nama. Ia tidak menawarkan dunia lain, tidak memberi jarak aman, melainkan menarik kita lebih dalam ke sesuatu yang sebenarnya sudah kita huni sejak lama. Sejak era Megaloblast, Koil sudah membangun lanskap sonik yang terasa seperti ruang tertutup yang panjang dan tanpa ujung. Dunia yang mereka ciptakan bukan ruang terbuka penuh kemungkinan, melainkan koridor beton yang hanya punya satu arah: Ma...
ilustrasi: nobodycorp Ada sesuatu yang menimbulkan kemuakan setiap kali negara berbicara tentang makanan bergizi dengan intonasi moral narsistik. Program Makan Bergizi Gratis dipoles sebagai tonggak kepedulian sosial, sebuah proyek besar yang konon akan menyelamatkan masa depan bangsa melalui piring-piring nasi yang dibagikan kepada anak-anak sekolah. Kata-kata resmi pemerintah terdengar sakral: negara hadir, gizi diperbaiki, generasi muda diselamatkan. Namun semakin sering narasi itu diulang, semakin jelas bahwa yang kita saksikan bukanlah kepedulian, melainkan pertunjukan pencitraan moral mega kolosal, alat propaganda yang dibungkus retorika teknokratis dan angka-angka anggaran yang fantastis. Di balik piring-piring itu, ada kebohongan halus yang menyelimuti struktur sosial yang tetap timpang. Sebagai seorang chef, aku mengenal makanan dengan semua tetek bengek dibelakangnya. Makanan bukan sekadar sumber gizi; ia adalah simpul jaringan sosial, rantai kerja, politik kepemi...