ilustrasi: dread.jpg Seseorang pernah percaya bahwa hidup dapat disusun seperti sebuah bangunan argumentasi: Premis yang jelas, langkah yang runtut dan kesimpulan yang masuk akal. Bahwa pendidikan adalah jalan, kerja adalah kelanjutan dan stabilitas adalah tujuan yang pada akhirnya akan tercapai jika semua dijalankan dengan benar. Namun keyakinan semacam itu hanya bertahan sejauh hidup tidak menginterupsi retakanya sendiri. Pada titik tertentu, hidup tidak lagi bergerak sebagai satuan ukuran yang dapat dipahami, melainkan sebagai rangkaian keputusan yang diambil dalam kondisi yang tidak pernah sepenuhnya ideal. Di sana, rasionalitas kehilangan otoritasnya dan yang tersisa hanyalah pilihan pilihan yang tidak selalu dapat dibenarkan, tetapi tetap harus dijalani. Di antara reruntuhan itulah, seseorang mulai menyadari bahwa yang disebut sebagai “ja...
Ada sesuatu yang selalu terasa sedikit mengganggu ketika mendengarkan musik Koil. Bukan sekadar karena gitar mereka berat atau karena ritme elektroniknya bergerak seperti mesin yang tidak pernah lelah, tetapi karena ada sensasi aneh yang sulit dijelaskan dengan bahasa biasa. Seperti berdiri terlalu lama di satu tempat dan tiba-tiba menyadari bahwa lantai di bawah kaki sebenarnya perlahan bergerak. Ketidaknyamanan itu bukan datang dari suara, melainkan dari sesuatu yang akrab. Musik Koil tidak asing. Ia terlalu dekat. Terlalu mirip dengan sesuatu yang kita jalani setiap hari tapi jarang kita beri nama. Ia tidak menawarkan dunia lain, tidak memberi jarak aman, melainkan menarik kita lebih dalam ke sesuatu yang sebenarnya sudah kita huni sejak lama. Sejak era Megaloblast, Koil sudah membangun lanskap sonik yang terasa seperti ruang tertutup yang panjang dan tanpa ujung. Dunia yang mereka ciptakan bukan ruang terbuka penuh kemungkinan, melainkan koridor beton yang hanya punya satu arah: Ma...