Ilustrasi: dread.jpg Ada musik yang bekerja seperti peristiwa. Meledak, meninggalkan bekas, lalu perlahan menjadi kenangan. Ada juga musik yang bahkan gagal menjadi peristiwa, tidak cukup keras untuk mengubah apa pun, tidak cukup lembut untuk menghibur. In Inertia hidup di wilayah itu, wilayah yang tidak tercatat karena tidak pernah benar-benar 'terjadi'. Mendengarkannya terasa seperti menyadari bahwa waktu tetap berjalan meski tidak ada yang penting berlangsung. Dalam ekosistem yang mengharuskan setiap proyek memiliki wajah, cerita dan posisi yang bisa dipasarkan, In Inertia memilih jalan yang berbeda dengan menghilang sebelum sempat dikenali. Tidak ada narasi heroik, tidak ada arsip yang bisa disusun menjadi kronologi. Mereka menolak untuk menjadi subjek dan sebagai gantinya, hanya meninggalkan objek yang bahkan tidak sepenuhnya hadir. Ketiadaan identitas ini bukan sekadar estetika anonim yang sudah sering dipakai untuk terlihat misterius. Ini lebih dekat ke pengosongan, se...
"Tidakkah yang paling berat itu adalah ini: merendahkan diri untuk membunuh keangkuhan? Mempertontonkan ketololan untuk mencemooh kebijaksanaan kita sendiri?" - Nietzsche