Ilustrasi oleh Lauvdahl Manusia selalu menyukai cerita yang sistematis. Cerita yang bergerak seperti garis lurus di brosur universitas: seorang anak muda masuk kampus, belajar dengan tekun, lulus dengan toga yang disetrika sempurna, lalu berjalan menuju profesi yang dianggap pantas oleh masyarakat. Akademisi di satu sisi, pekerja kasar di sisi lain. Dunia pikiran dan dunia tangan dipisahkan seperti dua ruangan yang tidak boleh saling bersentuhan. Seolah-olah kehidupan manusia memang sebersih itu. Namun kenyataannya selalu berkata sebaliknya. Hidup lebih sering bergerak seperti lorong belakang kota: sempit, penuh belokan, kadang berbau asap dan minyak panas. Tidak ada garis lurus, hanya jalan yang harus ditempuh sambil terus mencoba memahami ke mana sebenarnya kita sedang berjalan. Perjalananku sendiri dimulai di tempat yang sangat akrab dengan gagasan tentang keteraturan: kampus, jurusan sosiologi. Di sana dunia tiba-tiba berhenti terlihat sebagai kumpulan peristiwa acak. I...
"Tidakkah yang paling berat itu adalah ini: merendahkan diri untuk membunuh keangkuhan? Mempertontonkan ketololan untuk mencemooh kebijaksanaan kita sendiri?" - Nietzsche